Selasa, 08 Agustus 2017

Papatah Sunda Tentang Hakikat Pendidikan, Kepemimpinan, dan Sifat Bawaannya



“congo nyurup kana puhu, ka luhur sirungan ka handap akaran”.
Kalimat sederhana ini dalam bahasa sunda memiliki makna yang sangat dalam.‘Congo’ atau dalam bahasa indonesia berarti ujung pohon (biasanya pada pohon bambu) harus ‘nyurup’ atau menggambarkan/tidak lepas dari ‘Puhu’ (batang bambu paling bawah=tua). Artinya manusia yang hidup dimuka bumi ini sebagai pemimpin, harus memiliki visi yang jelas, yang bisa menterjemahkan ajaran-ajaran ketuhanan tanpa melepaskan pirati budaya dan leluhurnya. Dalam falsafah islam disebutnya Al-Insan Al-Kamil.
Ketika hal itu sudah dilakukan, maka akan lahir manusia yang ‘ka luhur sirungan, ka handap akaran’. Maksudnya, manusia yang punya nilai produktif, dia memiliki hasil, cipta, karya dan produk yang bisa diandalkan dalam hidupnya dengan tetap tegak berdiri dengan kekuatan pondasi spiritualitasnya.

Minggu, 06 Agustus 2017

PAGUYUBAN NAPAK SUNDA


NAPAK SUNDA
Berlatar belakang untuk turut berpartisipasi secara nyata dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, serta memberi wadah semangat kepemudaan untuk berkarya. Maka perkenankan kami atas nama Organisai NAPAK SUNDA memperkenalkan diri.
          Dalam kehidupan latar belakang, kita bukanlah sekedar penentu, melainkan bagaimana kita berupaya mengekspresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang kita. sederhana, tapi mempunyai terobosan kedepan untuk menjadi lebih baik.
          Arti napak sunda secara garis besarnya  adalah memadukan semangat kepemudaan yang menjadi tantangan  baru di era digital, Serta mengisi kiprah  pemuda dengan belajar memaknai kehidupan,menjunjung nilai kemanusiaan,(asah, asih, asuh) dalam berperilaku, beribadah,dan melestarikan kehidupan.
          Dalam perjuangannya tersebut, napak sunda atas  dasar kesadaran,berusaha konsisten pada tata nilai sunda yang fitrah yaitu berpedoman pada filosofi maklumat “TRIJATI MANUSIA”
·        Menjunjung martabat kemanusiaan
·        Membangun derajat kehidupan, dan
·        Mewujudkan keluhungan adat budaya

Makna dan arti lambang
1.     Sayap
Bersifat spiritual, posisi atau kedudukan yang tinggi dan semangat pantang menyerah
2.     Perisai
Melambangkan sebuah perlindungan, pertahanan filosofi, dan perjuangan diri untuk mencapai tujuan
3.     Harimau
Filosifi dari kata Maung (Manusia Unggul) Cita cita dan harapan semoga napak sunda bisa menjadikan Insan yang berpikiran teguh, amanah, sabar, berani, dan, adil.
4.     Kujang
Filosofi dari simbol sunda yang menggambarkan ketajaman serta daya kritis dalam kehidupan, juga perlambang kekuatan serta keberanian untuk melindungi hak dan menegakan kebenaran.
5.     Bambu
Pohon bambu mengajari kita tentang pleksibilitas yakni betapa pondasi yang kuat sangat diperlukan, agar tetap kuat, tegar, kokoh, tangguh, lentur dan ulet dalam persoalan hidup.
6.     Padi dan kapas
Menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya…